Evaluasi berkala juga diperlukan untuk menemukan kendala. Bisa jadi ada sekolah dengan bangunan yang pintu masuknya banyak, sehingga satu gerbang saja tidak cukup. Ada pula sekolah yang berbagi halaman dengan permukiman, sehingga pengendalian akses menjadi lebih rumit.

Masukan dari kepala sekolah dan guru akan menjadi bahan berharga untuk menyempurnakan aturan. Merekalah yang paling memahami denyut harian sekolah. Kebijakan yang menyerap pengalaman lapangan cenderung lebih awet.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kebijakan ini sederhana, yakni apakah sekolah terasa lebih aman dan kelas lebih tenang. Jika insiden seperti di Sukabumi tidak berulang, aturan ini layak dianggap berhasil. Jika tidak, evaluasi perlu dilakukan tanpa menunda.

Bagi orang tua, pesan yang bisa dipetik cukup jelas. Percayakan anak kepada sekolah selama jam belajar, dan gunakan jalur komunikasi resmi bila ada keperluan. Menunggu di luar gerbang bukan bentuk kurang peduli, melainkan cara ikut menjaga ketertiban.

Bagi sekolah, kebijakan ini adalah kesempatan membenahi sistem keamanan yang mungkin selama ini longgar. Pos jaga, buku tamu, dan prosedur penerimaan tamu dapat dirapikan sekalian. Investasinya kecil, manfaatnya terasa langsung.



Follow Widget