JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari empat puluh ribu pekerja konstruksi di seluruh penjuru Indonesia kini telah mengantongi sertifikat kompetensi resmi. Kementerian Pekerjaan Umum mencatat angka itu terus bertambah seiring program pembinaan yang digulirkan sepanjang tahun ini, sebagai bagian dari upaya besar memperkuat fondasi pembangunan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan, hingga 22 Oktober 2026, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi telah merampungkan pembinaan sertifikasi terhadap 41.824 tenaga kerja konstruksi di berbagai daerah. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari keseriusan pemerintah membenahi kualitas sumber daya manusia di sektor yang menjadi tulang punggung pembangunan fisik negara.
“Asta Cita juga menugaskan kami untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan menciptakan lapangan kerja berkualitas,” kata Dody dalam keterangannya, Minggu, 25 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa bagi kementeriannya, proyek fisik bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat luas.
Program sertifikasi ini tidak berjalan sendiri. Pelaksanaannya melibatkan tujuh Balai Jasa Konstruksi Wilayah yang tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia, diperkuat dengan jaringan kemitraan bersama berbagai pihak. Skema ini dirancang agar pembinaan menjangkau tidak hanya pusat, tetapi juga daerah-daerah yang selama ini sulit diakses oleh program pelatihan formal.
Dari seluruh wilayah pelaksanaan, Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya mencatat capaian paling menonjol dengan 14.288 tenaga kerja yang telah dibina. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan wilayah kedua tertinggi, yakni BJKW III Jakarta dengan 6.872 tenaga kerja, diikuti BJKW VI Makassar sebanyak 6.691 tenaga kerja.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.