Namun di balik niat mulia itu, sejumlah persoalan mulai mencuat ke permukaan. Dugaan praktik jual beli titik distribusi, ketidakberesan dalam pengadaan, hingga pengelolaan anggaran yang tidak transparan menjadi duri dalam daging yang menciptakan keresahan di masyarakat.
HMU Kurniadi mengakui bahwa berbagai laporan dan keluhan warga soal pelaksanaan MBG di lapangan sudah sampai ke telinga Presiden. Justru di situlah ia melihat sisi lain dari kepemimpinan Prabowo—seorang pemimpin yang tidak menutup mata terhadap realitas di bawah.
Gema Kosgoro sejak awal berdiri di barisan pendukung MBG. Alasannya jelas: program yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat, khususnya soal gizi, adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Namun dukungan itu bukan berarti menutup mata terhadap penyelewengan.
Menurut HMU Kurniadi, program sehebat apa pun akan kehilangan manfaatnya jika dikelola oleh oknum yang lebih mengutamakan keuntungan pribadi. Evaluasi bukan berarti mengingkari program, melainkan memastikan program itu benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
“Program mulia tidak boleh dirusak oleh oknum yang hanya mengejar keuntungan pribadi,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.