SUKABUMI, PUNGGAWANEWS – Musibah besar melanda Kampung Adat Ciptamulya di Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 51 rumah warga, 49 leuit (lumbung padi tradisional), dan satu bale gede (balai pertemuan adat) habis dilahap api dalam sebuah kebakaran yang meluluhlantakkan kawasan permukiman bersejarah itu. Peristiwa ini bukan hanya menghancurkan tempat tinggal, tetapi juga melukai warisan budaya leluhur yang telah dijaga selama ratusan tahun.
Kebakaran diduga berawal dari korsleting listrik di area MCK (Mandi Cuci Kakus) umum yang letaknya berdekatan dengan bale gede. Instalasi listrik yang digunakan disebut sudah berusia puluhan tahun dengan kabel murah yang tak memenuhi standar keamanan. Api dengan cepat menjalar ke atap-atap rumah yang terbuat dari injuk—bahan alami yang sangat mudah terbakar.
Abah Hendrik, sesepuh Kampung Adat Ciptamulya, mengungkapkan bahwa ini bukan pertama kalinya kawasan tersebut ditimpa musibah serupa. Sebelumnya, kebakaran pernah terjadi di kawasan Gunung Uwek. Di lingkungan tetangga, Garehong, bencana yang menimpa bukan kebakaran melainkan longsor. Warga adat memandang bencana ini juga sebagai isyarat dari para leluhur, karena penggunaan listrik dianggap tidak selaras dengan tradisi adat setempat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, turun langsung ke lokasi bencana. Kedatangannya disambut haru oleh Abah Hendrik dan para warga yang kehilangan hampir seluruh harta benda mereka. KDM menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera menangani pemulihan secara menyeluruh dan tidak akan membiarkan warga adat berjuang sendiri.
Bantuan tahap awal senilai Rp50 juta telah disalurkan melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok harian, air minum, mi instan, pakaian, selimut, dan perlengkapan tidur darurat. PLN juga turut berkontribusi dengan menyalurkan bantuan pakaian bagi para korban.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.