JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Hanya 45 hari menjabat, Nanik Sudaryati Deyang meninggalkan kursi Kepala Badan Gizi Nasional — bukan karena tekanan politik, melainkan karena jantungnya membutuhkan perhatian lebih dari yang bisa ia berikan sambil memimpin lembaga besar itu.

Pada Rabu, 22 Juli 2026, Nanik mengumumkan pengunduran dirinya secara terbuka melalui akun Facebook pribadinya. Ia menyampaikan bahwa dirinya akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri untuk mendapatkan second opinion atas kondisi kesehatannya. Keputusan itu, tulisnya, telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat persetujuan.

Nanik dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya dicopot dari jabatannya karena tersangkut perkara korupsi. Ia perempuan berusia 58 tahun dengan rekam jejak panjang — mulai dari jurnalis, komisaris independen Pertamina, hingga wakil ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019.

Sepekan sebelum pengumuman pengunduran diri itu, Nanik sempat dirawat di rumah sakit selama sekitar tujuh hari. Hasan Nasbi, yang mengaku mengunjungi Nanik saat dirawat, menyebut bahwa kondisi kesehatan Nanik memang membutuhkan penanganan lebih serius. Saat itulah, kata Hasan, Nanik sudah mulai membicarakan kemungkinan mengundurkan diri kepada Presiden.

Beban kerja yang luar biasa berat selama satu setengah bulan terakhir diduga menjadi pemicu memburuknya kondisi fisiknya. Nanik tidak sekadar meneruskan kepemimpinan yang ada — ia melakukan perombakan besar-besaran di tubuh lembaga yang tengah disorot publik akibat berbagai masalah serius.



Follow Widget