JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Dua kementerian bergerak bersama. Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sepakat mempercepat program renovasi rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat—sebuah langkah yang menempatkan pengentasan kemiskinan tidak hanya di atas meja rapat, tetapi langsung di halaman rumah keluarga miskin Indonesia.

Kesepakatan itu lahir dari pertemuan kedua menteri di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, pada Senin malam, 20 Juli 2026. Pertemuan tersebut bukan sekadar formalitas. Di dalamnya, dua kementerian dengan mandat berbeda duduk bersama untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan mulus di lapangan.

Mensos Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan semata soal pendidikan. Program ini dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan keluarga secara menyeluruh. Anak-anak belajar di sekolah, sementara orang tuanya mendapat intervensi nyata dari negara.

Intervensi itu hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari program pemberdayaan ekonomi, kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan, hingga renovasi fisik tempat tinggal. Pendekatan ini mencerminkan cara pandang baru pemerintah: kemiskinan harus diserang dari banyak sisi sekaligus, bukan hanya satu pintu.

Tahun ini, pemerintah menargetkan perbaikan 10 ribu rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat. Angka itu ambisius, namun proses di lapangan mengungkap realita yang lebih pelik. Dari sekitar 2.000 rumah yang telah diverifikasi, hanya 911 yang dinyatakan memenuhi persyaratan program.



Follow Widget