NEW YORK, PUNGGAWANEWS – Wali Kota New York Zohran Mamdani menegaskan sikap politiknya yang tak tergoyahkan: ia tidak akan menyambut Benjamin Netanyahu jika Perdana Menteri Israel itu menginjakkan kaki di New York. Bukan sekadar pernyataan emosional, melainkan sebuah sikap hukum yang telah ia pertimbangkan secara matang bersama timnya.
Pernyataan ini mencuat ke publik setelah Mamdani merilis sebuah video yang menyatakan komitmennya untuk menghormati surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu. Surat perintah itu berkaitan dengan tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Dalam sebuah wawancara yang menjadi sorotan, Mamdani ditanya oleh seorang jurnalis perihal konsistensi sikapnya. Apakah ia juga akan bersedia menangkap pemimpin Hamas yang bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober 2023, jika mereka berkunjung ke New York?
Mamdani tidak mengelak. Ia justru memperjelas bahwa sikapnya bukan soal siapa orangnya, melainkan soal prinsip universal supremasi hukum. Ia menyebut serangan 7 Oktober sebagai kejahatan perang yang mengerikan, sekaligus menyatakan bahwa Netanyahu pun telah mengorkestrasi apa yang ia sebut sebagai genosida, dan karena itu juga layak disebut penjahat perang.
“Minat saya dalam mengeksekusi surat perintah itu bukan khusus untuk Benjamin Netanyahu, melainkan untuk siapa pun yang ICC keluarkan surat perintahnya atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujar Mamdani.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.