JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Sorak sorai memenuhi lapangan upacara ketika nama-nama empat lulusan terbaik akademi militer dan kepolisian Indonesia dibacakan di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Selasa, 22 Juli 2026. Mereka adalah yang terpilih dari ribuan taruna—puncak dari perjuangan panjang yang berakhir dengan penghargaan paling bergengsi di dunia pendidikan perwira Indonesia: Adhi Makayasa.

Upacara Prasetya Perwira Republik Indonesia 2026 menjadi momen bersejarah bagi empat nama yang kini resmi menyandang pangkat pertama mereka sebagai perwira TNI dan Polri. Keputusan Presiden Nomor 69 TNI dan Nomor 70 Polri Tahun 2026 menjadi dasar hukum pengangkatan ratusan lulusan akademi militer dan kepolisian tersebut.

Dari Akademi Militer (Akmil), nama Kalvin Tidar Sakti muncul sebagai yang terdepan. Ia dilantik sebagai Letnan Dua Infanteri dengan NRP 1126 11104004260, sekaligus dinobatkan sebagai peraih Adhi Makayasa terbaik dari Akmil. Nama “Tidar” dalam namanya bukan kebetulan—Gunung Tidar di Magelang adalah tempat Akmil berdiri, simbol keberanian dan ketangguhan yang kini ia emban.

Dari matra laut, Muhammad Rizki Wira Utama Baihaqi Putra melangkah sebagai lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL). Ia dilantik sebagai Letnan Dua Laut (Pelaut) dengan NRP 2126 108010029087. Nama panjangnya mencerminkan harapan besar yang dibebankan keluarga—dan ia membuktikan harapan itu bukan sekadar doa.

Angkatan Udara menempatkan Jehzkiel Bonaventura Yuda Niarman sebagai bintangnya. Letnan Dua Penerbang dengan NRP 3126111040567539 ini adalah lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara (AAU). Sebagai penerbang muda, langit bukan lagi batas—ia adalah medan yang akan ia kuasai.



Follow Widget