Pelepasan 13 ton tuna itu juga sekaligus menjadi sinyal bahwa rantai pasok ikan dari Sinjai sudah terhubung ke ibu kota. Ini penting, karena salah satu tantangan terbesar nelayan selama ini adalah keterbatasan akses pasar dan rendahnya harga jual di tingkat lokal.
Kegiatan di Tongke-Tongke hari itu turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Dirjen Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan hadir bersama Ketua Satgas Operasional KNMP. Dari jajaran Sinjai, hadir Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda, Ketua DPRD Sinjai, jajaran Forkopimda, serta berbagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sinjai.
Kehadiran unsur Kementerian Keuangan dalam agenda ini pun menjadi catatan tersendiri. Artinya, dukungan terhadap KNMP tidak hanya datang dari sisi teknis kelautan dan koperasi, tetapi juga dari sisi pengelolaan anggaran dan keberlanjutan fiskal program.
Kini, dengan dua MoU dan SKB yang telah ditandatangani, KNMP Tongke-Tongke bukan lagi sekadar wacana. Program ini sudah punya landasan hukum yang kuat, dukungan dua kementerian, dan momentum politik yang tepat. Yang tersisa hanyalah satu pertanyaan: seberapa cepat manfaatnya akan benar-benar sampai ke perahu-perahu nelayan yang setiap pagi masih berlayar ke tengah laut dengan harapan yang sama besarnya dengan potensi laut Sinjai itu sendiri.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.