SINJAI, PUNGGAWANEWS – Pemerintah terus mengakselerasi pembangunan Kampung Nelayan Modern atau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan komitmen tersebut saat melakukan kunjungan kerja dan memberikan pengarahan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Kegiatan itu juga terhubung secara virtual dengan 64 titik KNMP di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam arahannya, Trenggono menekankan pentingnya pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan nelayan, khususnya masyarakat di desa-desa pesisir dan wilayah kepulauan.

Ia juga menyoroti persoalan kualitas hasil tangkapan dan penanganan pascatangkap yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan nilai jual komoditas perikanan.

Salah satu persoalan yang dibahas adalah penggunaan es balok berbahan air tawar untuk mempertahankan kesegaran ikan, termasuk komoditas tuna. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kualitas ikan dan berdampak terhadap harga di tingkat nelayan.

Pemerintah bersama tim teknis kemudian menyiapkan sejumlah langkah perbaikan, mulai dari modifikasi kapal hingga penyediaan sarana penunjang seperti slurry ice dan cold storage.

Khusus kawasan penangkapan tuna di Sinjai, kapasitas cold storage diproyeksikan dapat ditingkatkan hingga mencapai suhu minus 60 derajat Celsius. Fasilitas tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus mendukung kebutuhan pasar ekspor.

Selain persoalan pascatangkap, pemerintah juga menyiapkan skema untuk mengurangi ketergantungan nelayan terhadap pinjaman informal maupun tengkulak.

Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kementerian Koperasi tengah merancang pola pembiayaan dan tata kelola usaha yang memungkinkan kebutuhan operasional nelayan dapat disiapkan sebelum melaut.

“Konsepnya, nelayan fokus melaut. Bahan bakar, logistik, dan sarana disiapkan. Begitu kembali, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KNMP) bertindak sebagai offtaker yang menyerap hasil tangkapan secara transparan,” kata Trenggono dalam arahannya.

Pemerintah juga menjajaki kerja sama dengan mitra pembeli internasional untuk memperluas pasar hasil tangkapan yang berasal dari kawasan KNMP.

Di sisi perlindungan nelayan, pemerintah memastikan skema jaminan asuransi bagi nelayan yang tergabung dalam KNMP turut disiapkan.

Trenggono juga meminta pemerintah daerah lebih aktif mengusulkan pembenahan dan pengembangan desa-desa pesisir. Hal itu dinilai penting mengingat sektor perikanan memiliki kontribusi sekitar 7 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Sinjai.

Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 2.000 titik kawasan nelayan di berbagai daerah pada 2027.

FadelM (Biro Sinjai)



Follow Widget