Ratnawati menyebutkan sejumlah angka yang cukup mengejutkan. Wilayah laut Sinjai mencapai sekitar 901,67 kilometer persegi. Potensi produksi perikanan tangkap mencapai sekitar 55.000 ton per tahun, sementara potensi budidaya menyentuh angka sekitar 38.894 ton. Ditambah garis pantai sepanjang sekitar 28 kilometer, Sinjai sesungguhnya menyimpan kekayaan laut yang luar biasa besar.
“Kabupaten Sinjai adalah daerah yang dianugerahi potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar,” kata Ratnawati dalam sambutannya.
Namun Ratnawati juga jujur soal tantangan yang masih dihadapi. Menurutnya, potensi besar itu tidak akan berarti banyak jika tidak dikelola secara serius dan profesional. Ia menegaskan bahwa pengelolaan yang baik menjadi kunci agar manfaat sektor kelautan benar-benar sampai ke tangan masyarakat nelayan, bukan sekadar tercatat dalam data statistik daerah.
“Besarnya potensi yang kita miliki harus diikuti dengan pengelolaan yang baik dan profesional, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ratnawati juga meluruskan persepsi yang kerap beredar di masyarakat soal program KNMP. Program ini, tegasnya, bukan hanya tentang pembangunan fisik di kawasan pesisir — dermaga baru, gudang ikan, atau fasilitas bongkar muat. KNMP adalah bagian dari enam program prioritas nasional yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan misi yang jauh lebih besar.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.