“Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar program pembangunan fisik. Lebih dari itu, KNMP ini merupakan bagian dari enam program prioritas nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI,” jelasnya.

Dalam kerangka yang lebih luas, program KNMP diarahkan untuk menopang ketahanan dan swasembada pangan nasional. Program ini juga diharapkan mendorong penerapan ekonomi biru sebagai model pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan — menggali kekayaan laut tanpa merusaknya.

Lebih jauh, KNMP diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir, sekaligus menjadi instrumen nyata dalam menekan angka kemiskinan di wilayah pantai yang selama ini kerap menjadi kantong kemiskinan di berbagai daerah.

Salah satu momen paling mencolok dalam rangkaian kegiatan hari itu adalah pelepasan 13 ton ikan tuna dari Tongke-Tongke menuju Jakarta. Pengiriman itu bukan hanya transaksi bisnis biasa. Momen tersebut menjadi bagian dari agenda nasional yang diikuti KNMP dari 64 titik di seluruh Indonesia secara serentak — sebuah demonstrasi skala yang menunjukkan bahwa program ini sudah berjalan, bukan hanya dalam perencanaan.

Bagi Sinjai, menjadi salah satu dari 64 titik KNMP nasional adalah sebuah pengakuan. Ini berarti daerah yang terletak di pesisir Teluk Bone ini dianggap memiliki kapasitas dan kesiapan untuk menjadi bagian dari ekosistem kelautan nasional yang lebih besar.



Follow Widget