BANDUNG, PUNGGAWANEWS – Tiga tokoh dengan latar belakang berbeda—seorang mantan menteri yang gemar menenggelamkan kapal, seorang gubernur yang tak betah di kantor, dan seorang wali kota lulusan 15 semester—duduk bersama di kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor dan berbagi satu keyakinan yang sama: jadi diri sendiri adalah pilihan paling berani.
Itulah inti dari diskusi yang berlangsung dalam program Rosi on Location di Universitas Padjadjaran (UNPAT), Jatinangor, Jawa Barat, yang menampilkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, serta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebagai narasumber.
Di depan ratusan mahasiswa, ketiganya membuka diri tentang perjalanan hidup yang jauh dari mulus—namun justru di situlah letak kekuatannya.
Susi Pudjiastuti memulai kisahnya dari titik yang paling tidak terduga. Ia putus sekolah sebelum meraih ijazah SMA, bukan karena tidak mampu secara finansial, melainkan karena pilihan sadar. “Saya tidak begitu setuju dengan aturan jadwal sekolah,” kata perempuan asal Pangandaran itu tanpa sedikit pun nada penyesalan.
Namun siapa sangka, perempuan yang dalam ujian kimia hanya butuh 1,5 menit untuk menyelesaikan soal itu—dan nilainya selalu sempurna—justru membangun kerajaan bisnis dari nol. Dari usaha pengolahan ikan di pesisir Jawa Barat, hingga maskapai penerbangan Susi Air dengan 26 pangkalan di seluruh Indonesia, Susi membuktikan bahwa batas formal bukan penghalang bagi mereka yang punya visi besar.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.