JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Indonesia menegaskan langkahnya sebagai pemimpin industri halal global. Lebih dari 80 negara menyatakan siap menerima kebijakan kewajiban sertifikasi halal Indonesia—sebuah pencapaian diplomatik yang dibangun pelan-pelan melalui komunikasi dan sosialisasi intensif kepada komunitas halal internasional.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, mengungkapkan kabar itu pada Senin, 21 September 2026. Ia menyebut kesiapan puluhan negara tersebut bukan sekadar angka, melainkan hasil kerja keras Indonesia dalam memperkenalkan dan menjelaskan kebijakan wajib halal kepada dunia.
“Yes, 80 negara lebih dong yang telah siap untuk menerima ini semua. Dan kita telah sosialisasi semua itu,” ujar Haikal dengan nada tegas penuh keyakinan.
Pernyataan itu disampaikan Haikal di sela-sela penyelenggaraan The 5th Summit of Halal 20 (H20) 2026—forum halal internasional bergengsi yang diinisiasi dan digelar oleh BPJPH. Forum ini bukan sekadar ajang seremonial. Ia menjadi ruang strategis untuk memperluas pemahaman dunia soal arah kebijakan halal Indonesia sekaligus membangun jembatan kolaborasi dengan lembaga halal dari berbagai penjuru dunia.
Sebanyak 48 negara turut hadir dalam forum tersebut, menjadikannya salah satu pertemuan halal internasional paling representatif yang pernah digelar. Di forum inilah Indonesia menegaskan posisinya: bukan hanya sebagai pasar halal terbesar, tetapi juga sebagai yang menentukan arah standar halal global.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.