BANDUNG, PUNGGAWANEWS – Seorang mahasiswa IPB University asal Cianjur nyaris tak percaya ketika Gubernur KDM tiba-tiba menyatakan akan menanggung biaya kuliah lima semester ke depan—langsung di hadapannya, tanpa syarat rumit, tanpa birokrasi panjang.

Momen itu terjadi saat Gubernur KDM melakukan kunjungan ke IPB University, Bogor. Dalam suasana yang jauh dari formal, ia menyapa para mahasiswa satu per satu, menanyakan nama, asal daerah, pekerjaan orang tua, hingga besaran uang sewa kos. Yang membuat suasana semakin haru, ia tak sekadar bertanya—ia langsung bertindak.

Hajiatus Syarif, mahasiswa jurusan Analisis Kimia asal Cianjur, menjadi salah satu penerima pertama. Pemuda bertubuh kurus yang akrab disapa Syarif ini mengaku menyewa kamar kos seharga Rp900 ribu per bulan. Ayahnya, Uyus Salman, bekerja sebagai pemilik bengkel motor kecil di Cikaret, sementara ibunya berdagang di warung kecil di depan bengkel.

Dari bengkel motor itulah keluarga Syarif menghidupi empat anak, tiga di antaranya kuliah di perguruan tinggi berbeda—Universitas Siliwangi dan Universitas Negeri Yogyakarta. Syarif sendiri menyebut orang tuanya sebagai “ekonom paling cerdas” yang pernah ia kenal, karena mampu mengatur keuangan sedemikian rupa hingga tiga anak bisa mengenyam pendidikan tinggi sekaligus.

Keputusan Syarif memilih Analisis Kimia bukan tanpa alasan. Ia mengaku jatuh cinta pada kimia sejak duduk di bangku SMAN 1 Cilaku, ketika seorang guru kimia mengajar dengan cara yang begitu hidup dan menggugah rasa ingin tahu. “Setiap pelajaran terasa menantang, sampai saya langsung tertarik,” tuturnya.



Follow Widget