JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Tiga nama itu mungkin tidak terdengar di telinga banyak orang. Namun bagi ribuan warga di pedalaman Papua Pegunungan, Afrida Rapi, drh. Alfonsius Albinus Mehan, dan Willy Mbuik adalah orang-orang yang rela menempuh medan terjal demi memastikan pangan tetap sampai ke tangan mereka. Kini ketiganya telah gugur dalam tugas, dan pemerintah bergerak untuk memastikan keluarga yang mereka tinggalkan tidak sendirian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara langsung menemui keluarga ketiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang meninggal dunia saat menjalankan pengabdian. Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan basa-basi. Mentan Amran datang membawa belasungkawa sekaligus komitmen nyata dari negara kepada keluarga yang kini harus menanggung kehilangan.
Ketiganya dikenal sebagai aparatur sipil negara yang bertugas memastikan layanan pertanian dan ketahanan pangan tetap menjangkau wilayah-wilayah paling terpencil di Papua Pegunungan. Medan yang mereka hadapi bukan jalan mulus beraspal, melainkan jalur-jalur berat yang hanya bisa ditempuh dengan tekad dan keberanian. Mereka gugur bukan di medan perang dalam artian militer, namun gugur dalam perang kelaparan dan keterisolasian.
Mentan Amran menyebut ketiga pegawai itu sebagai pahlawan pangan. Sebutan yang bukan semata-mata retorika, melainkan pengakuan atas risiko nyata yang mereka tanggung setiap kali berangkat menjalankan tugas. Mengantarkan pangan ke wilayah terjauh di Papua Pegunungan bukan perkara mudah, dan ketiga orang ini melakukannya tanpa memilih untuk menyerah.
Kematian mereka meninggalkan duka yang dalam, tetapi juga meninggalkan pertanyaan penting: apa yang akan terjadi pada anak-anak dan keluarga yang mereka tinggalkan? Pertanyaan inilah yang rupanya menjadi perhatian serius Menteri Amran saat berkunjung langsung menemui keluarga korban.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.