BANDUNG, PUNGGAWANEWS – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat digelar bukan di dalam gedung, melainkan di halaman Gedung Sate yang ikonik — sebuah terobosan yang mencerminkan gaya kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi yang tak biasa.

Rabu, 19 Agustus 2026, halaman Gedung Sate di Bandung berubah wajah. Kursi-kursi tertata rapi di bawah langit terbuka, meja pimpinan DPRD menghadap langsung ke fasad bangunan kolonial bersejarah itu, sementara para anggota dewan duduk berbaris di belakangnya, sama-sama menatap Gedung Sate sebagai latar agung peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-81.

Selama ini, rapat paripurna semacam ini selalu dilangsungkan di dalam Gedung DPRD Jawa Barat pada siang hari. Kali ini, Gubernur Dedi Mulyadi memutuskan untuk mengubah format itu secara total — memanfaatkan halaman Gedung Sate yang baru selesai direnovasi sebagai panggung utama.

Para peserta rapat tidak hanya menempati kursi formal. Sebagian duduk di area bale saung yang tersebar di halaman Gedung Sate, menciptakan suasana yang lebih terbuka dan merakyat dibanding format paripurna konvensional di dalam ruangan tertutup.

Acara peringatan itu tidak melulu soal formalitas. Suasana semakin meriah ketika pelawak kondang Sule dan Oni Suwarman tampil menghibur hadirin. Beragam kesenian khas Jawa Barat turut dipentaskan, menjadikan momen ini perpaduan antara sidang resmi dan perayaan budaya.



Follow Widget