LAMPUNG, PUNGGAWANEWS – Tujuh jam perjalanan darat bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati. Itulah kenyataan pahit yang selama ini dihadapi warga pesisir barat Lampung setiap kali mereka membutuhkan layanan medis darurat. Kini, Presiden Prabowo Subianto mulai merealisasikan solusi dari udara — program ambulans udara yang digadang-gadang akan mengubah wajah layanan kesehatan di daerah terpencil Indonesia.
Pemerintah telah memulai langkah konkret dengan menggelar simulasi evakuasi medis menggunakan helikopter di kawasan Pesisir Barat Lampung. Latihan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah tahap awal dari sebuah rencana besar untuk memastikan armada ambulans udara siap beroperasi saat situasi darurat benar-benar terjadi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada penguatan layanan kesehatan di seluruh pelosok Indonesia. Program ambulans udara ini dirancang sebagai pelengkap dari pembangunan 22 rumah sakit baru yang tengah dikerjakan di kabupaten dan kota yang selama ini belum memiliki fasilitas tersebut.
Setelah rumah sakit-rumah sakit itu rampung, pemerintah akan secara bertahap menghadirkan armada ambulans udara. Prioritasnya adalah wilayah-wilayah yang secara geografis sulit dijangkau lewat jalur darat — tempat-tempat di mana jarak bukan sekadar angka di peta, melainkan rintangan nyata yang kerap merenggut nyawa.
Pesisir Barat Lampung adalah contoh nyata dari tantangan itu. Perjalanan dari Krui menuju Bandar Lampung via jalur darat bisa memakan waktu hingga tujuh jam. Bagi pasien dalam kondisi kritis, atau ibu yang tengah berjuang melahirkan, tujuh jam adalah waktu yang terlalu lama.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.