BANDUNG, PUNGGAWANEWS – Dedi Mulyadi tidak datang sebagai gubernur semata. Di hadapan peserta Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KAHMI Jawa Barat di Grand Asrilia Hotel Convention, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026) malam., ia membuka pidatonya dengan pengakuan mengejutkan: dirinya menyebut diri sebagai anggota HMI paling “aneh” yang pernah ada — dan para hadirin pun tergelak.
Gubernur Jawa Barat itu mengisahkan bagaimana ia pertama kali mengenal Himpunan Mahasiswa Islam bukan dari bangku kuliah atau ajakan senior, melainkan dari sebuah stiker di motor tukang ojek. Dari situ, perjalanan panjang seorang Dedi Mulyadi bersama HMI dimulai.
Cerita itu bukan sekadar nostalgia. Di balik humor yang mengalir ringan, tersimpan pesan yang tajam tentang ideologi, kepemimpinan, dan masa depan bangsa.
Dedi mengisahkan bagaimana di Purwakarta, pada awal 1990-an, ia berinisiatif sendiri mendirikan organisasi mahasiswa Islam tanpa benar-benar memahami HMI. Ia belajar membuat proposal dari nol, datang ke Wanayasa menemui sosok yang ia sebut “Uda Herman” berkali-kali tanpa pernah diterima. Tujuh kali ia datang, tujuh kali pula ia pulang dengan tangan kosong.
Hingga akhirnya ia diterima — dan langsung dimarahi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.