JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Musim gugurnya bintang-bintang di tubuh Polri tiba lagi. Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto baru saja meneken surat telegram berisi nasib 88 perwira — siapa naik, siapa bergeser, siapa sekadar berpindah kursi dengan pangkat yang sama.
Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 itu resmi menggerakkan roda rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Polri. Ini bukan sembarang pergantian. Ini adalah mutasi pertama sejak Suyudi memegang kendali institusi berseragam coklat itu — semacam tanda tangan awal seorang pemimpin baru yang ingin menegaskan: inilah wajah Polri versi saya.
Dari 88 perwira yang terdampak, 70 di antaranya mendapat promosi atau menempati posisi baru yang dianggap lebih strategis. Selebihnya? Bergeser ke kanan atau ke kiri — tetap di orbit yang sama, hanya dengan pemandangan meja kerja yang berbeda.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir tampil ke depan kamera dengan kalimat yang sudah sangat akrab di telinga publik. Mutasi dan rotasi, katanya, adalah bagian dari dinamika organisasi. Dilakukan sesuai kebutuhan, demi pembinaan karier, demi penyegaran tugas. Penjelasan yang terdengar masuk akal — dan memang selalu terdengar masuk akal, di setiap musim mutasi, di bawah kapolri mana pun.
Yang menarik bukan sekadar angkanya. Delapan puluh delapan perwira bukan angka kecil. Ini adalah satu gelombang besar yang menyasar posisi-posisi strategis, baik di Mabes Polri maupun di jajaran kepolisian daerah di seluruh penjuru negeri. Artinya, ada banyak ruangan yang pagi ini sudah berganti penghuninya, banyak meja yang kini ditinggali oleh wajah-wajah baru.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.