Jawa Barat, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, sudah terlalu lama menerima kenyataan itu. Kini, dengan komitmen penjagaan militer dan kepolisian secara penuh di lokasi proyek, Dedi mengirim pesan yang jelas: era itu sudah berakhir.
Pertanyaannya kemudian adalah konsistensi. Kebijakan tegas seperti ini sering kali efektif di awal, namun layu di tengah jalan ketika perhatian publik beralih. Masyarakat Jawa Barat — dan pengamat tata kelola pemerintahan — tentu akan memantau apakah perintah 24 jam ini benar-benar diterapkan secara konsisten hingga proyek TPPAS Legok Nangka rampung dan beroperasi penuh.FAQ
Apa itu TPPAS Legok Nangka dan mengapa proyek ini penting?
TPPAS Legok Nangka adalah Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah regional di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Proyek ini dirancang untuk menangani sampah dari beberapa kota dan kabupaten sekaligus, serta berpotensi menghasilkan energi listrik dari hasil pengolahan sampah.
Mengapa Dedi Mulyadi memerintahkan penjagaan 24 jam di lokasi proyek?
Dedi ingin mencegah aksi premanisme yang biasa muncul di sekitar proyek besar, seperti pungutan liar dari kendaraan proyek dan permintaan jatah berbagai keperluan. Ia memerintahkan Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi untuk menempatkan personel di lokasi sepanjang waktu demi memberikan jaminan keamanan.
Kapan Jawa Barat menargetkan seluruh warganya memiliki akses listrik?
Gubernur Dedi Mulyadi menargetkan pada tahun 2027 seluruh warga Jawa Barat sudah memiliki akses listrik. Saat ini masih ada sekitar 70 ribu keluarga yang belum teraliri listrik, turun signifikan dari angka 500 ribu sebelumnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.