BANDUNG, PUNGGAWANEWS – Gelombang aksi begal yang meresahkan warga Kota Bandung mendorong Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah yang tidak biasa: menawarkan hadiah hingga Rp50 juta dari kantong pribadinya bagi siapa saja yang berhasil menangkap pelaku.
Sayembara itu bukan tanpa syarat. Begal yang diserahkan ke polisi harus dalam kondisi hidup dan tidak dalam keadaan babak belur. Ketentuan ini disematkan Dedi dengan alasan yang cukup gamblang—ia ingin mengubah cara warga merespons kejahatan, dari kekerasan massa menjadi tindakan yang lebih terorganisasi.
“Logikanya sederhana,” ujar Dedi. “Begal dipukuli sampai mati. Kalau ada uang dari saya, tidak perlu sampai dipukuli mati.” Pernyataan itu mencerminkan pendekatan Dedi yang kerap nyentrik namun langsung menyasar akar persoalan di lapangan.
Dedi menegaskan bahwa sayembara ini dirancang bukan sekadar untuk menangkap pelaku kejahatan, melainkan untuk membangkitkan kesadaran kolektif warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia ingin masyarakat kembali menghidupkan tradisi ronda dan siskamling yang belakangan mulai meredup.
Ia bahkan menyebut soal patroli warga sebagai solusi preventif. “Kenapa tidak patroli saja? Nanti kalau ada yang mencuri ayam, lumayan juga hasilnya,” kata Dedi dengan nada setengah bercanda, namun menyiratkan pesan yang serius tentang pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam keamanan.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.