BEKASI, PUNGGAWANEWS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertindak cepat setelah video viral memperlihatkan sejumlah oknum petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi memeras sopir truk di Pos Poncol. Ia langsung meminta Wali Kota Bekasi memecat mereka secara tidak hormat.
Kejadian ini mengguncang publik setelah rekaman video tersebar luas di media sosial pada akhir Juli 2025. Dalam video itu, sejumlah sopir truk yang melintas di wilayah Kota Bekasi dihentikan oleh petugas berseragam resmi dan dimintai uang dalam jumlah yang tidak wajar.
Para sopir diperas dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp1,7 juta hingga Rp3,7 juta per kendaraan. Tak hanya soal uang, sejumlah sopir juga mengaku dokumen penting mereka—termasuk STNK dan SIM—ikut disita oleh petugas sebagai alat tekanan.
Rekaman yang beredar menunjukkan interaksi langsung antara petugas dan sopir truk. Tampak dalam video, seorang sopir mengaku semula diminta Rp1,9 juta, lalu berhasil “menegosiasikan” turun menjadi Rp1,7 juta. Sopir lain bahkan harus menarik uang tunai dari ATM terdekat untuk memenuhi permintaan oknum petugas tersebut.
Dedi Mulyadi menyaksikan langsung video viral itu dan tak menyembunyikan kekecewaannya. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Jumat, 31 Juli 2025, ia berbicara tegas dan lugas soal tindakan oknum yang mencoreng nama institusi pemerintahan daerah tersebut.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.