Hari itu menjadi salah satu hari yang padat dengan pergantian dan pelantikan di berbagai lini pemerintahan. Dari Wantimpres hingga Kapolri, dari istana hingga lapas — semuanya bergerak serentak, mencerminkan dinamika kekuasaan yang terus berputar di Jakarta.
Yang menarik, di tengah semua itu, sosok Rocky Gerung tetap menjadi pusat perhatian. Bukan karena jabatannya yang baru, melainkan karena pertanyaan yang ia tinggalkan di benak publik: apakah suara kritisnya akan tetap terdengar dari dalam?
Jawaban atas pertanyaan itu, seperti biasa, masih menunggu waktu.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.