“Pertimbangannya pasti untuk negara maju, rakyatnya sejahtera,” ujar Yusuf Hamka singkat. Ia menambahkan, yang terpenting bukan sekadar penampilan luar, melainkan niat dan komitmen yang sesungguhnya. “Yang penting jangan lupa, jangan hanya bajunya putih, hatinya harus merah putih,” tegasnya dengan gaya bicara yang lugas dan berwarna.
Pelantikan Wantimpres ini berlangsung di tengah sejumlah peristiwa besar lainnya di hari yang sama. Di Markas Besar Polri, Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, berlangsung serah terima jabatan Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ariotonang. Upacara tradisional penyerahan Panji Tribrata menjadi puncak simbolis dari pergantian estafet kepemimpinan tertinggi di tubuh Polri.
Setelah serangkaian upacara dan parade selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi pelepasan tugas bagi Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jenderal Dedi Prasetyo. Pergantian kepemimpinan Polri ini sebelumnya telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang juga melantik Komisaris Jenderal Wahyu Hidayat sebagai Wakapolri.
Di sisi lain, isu tata kelola lembaga pemasyarakatan turut mencuat ke permukaan. Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher menegaskan pihaknya akan terus mengawasi pembenahan tata kelola lapas di Indonesia, termasuk menindaklanjuti temuan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong yang sempat viral dan memicu kritik publik.
Ombudsman kini sedang memfinalisasi rekomendasi tertulis yang akan diserahkan kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. “Kami sudah selangkah lagi untuk menyampaikan rekomendasi tertulis,” ujar Nuzran, menegaskan bahwa temuan lapangan dari inspeksi mendadak itu sudah cukup kuat untuk dijadikan dasar rekomendasi resmi.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.