Namun Rocky menegaskan, bergabungnya ia ke Wantimpres bukan berarti sikapnya akan berubah. Baginya, ini sekadar perpindahan posisi — dari luar ke dalam — bukan perubahan cara pandang. “Posisi saya tetap, pandangan saya tetap, radical break,” tegasnya.
Ia juga membedakan antara fungsi Wantimpres dengan peran pengkritik di luar pemerintahan. Menurutnya, dewan ini bukan wadah untuk mengkritik, melainkan bersifat kritis terhadap kebijakan. “Dewan ini bukan mengkritik, fungsinya kritis, bukan mengkritik. Berbeda bersikap kritis terhadap kebijakan,” jelasnya.
Masuknya Rocky ke Wantimpres tentu memunculkan berbagai persepsi di masyarakat. Ada yang melihatnya sebagai langkah positif — suara kritis kini berada lebih dekat dengan pengambil keputusan. Ada pula yang meragukan, apakah independensinya akan tetap terjaga ketika ia sudah menjadi bagian dari sistem.
Rocky sepertinya sudah mengantisipasi dua kutub persepsi itu. “Kenapa kritis? Karena pasti ada persepsi negatif, ada persepsi positif. Dua persepsi itu hanya perpindahan dari luar ke dalam,” katanya, tampak tenang menghadapi sorotan publik.
Selain Rocky, pelantikan Wantimpres kali ini juga menyertakan nama-nama dari dunia usaha. Salah satunya adalah Yusuf Hamka, pengusaha jalan tol yang akrab disapa Babah Alun. Setelah dilantik, ia menyatakan kesiapannya berkontribusi demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.