Posisi Wantimpres bukan jabatan seremonial. Dalam praktiknya, dewan ini bertugas menjadi “telinga” dan “pikiran” tambahan bagi presiden dalam menghadapi berbagai isu nasional yang kompleks — mulai dari kebijakan ekonomi, keamanan, hingga hubungan internasional.

Dengan komposisi yang baru dan besaran kompensasi yang jauh lebih kompetitif, publik tentu menunggu apakah kualitas saran dan kontribusi Wantimpres era Prabowo akan sebanding dengan nilai yang digelontorkan negara.

Dari Rp17,5 juta menjadi Rp76,5 juta — kenaikan hampir empat kali lipat dalam kurun hampir dua dekade. Angka ini bisa dipandang dari dua sisi: sebagai penyesuaian yang wajar mengikuti inflasi dan standar jabatan, atau sebagai beban APBN yang perlu diimbangi dengan kinerja nyata.



Follow Widget