JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Enam tahun lalu, QRIS hanya dikenal sebagai cara praktis membayar kopi atau parkir. Kini, sistem pembayaran berbasis kode QR buatan Indonesia itu meraih penghargaan internasional di New York—sebuah lompatan yang mencerminkan betapa jauh perjalanan yang sudah ditempuh.
Pada 21 September 2026, QRIS Antarnegara menerima penghargaan 50-in-5 Awards 2026 kategori Collaboration dalam acara 50-in-5 Milestone Event yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Penghargaan ini bukan berasal dari PBB, melainkan diselenggarakan oleh Digital Public Goods Alliance bersama Co-Develop—dua lembaga yang fokus mendorong pengembangan infrastruktur digital publik yang inklusif dan dapat saling terhubung.
Yang membuat penghargaan ini berbeda dari sekadar trofi seremonial adalah alasan di baliknya. QRIS Antarnegara dinilai berhasil membuktikan bahwa negara-negara berbeda bisa menghubungkan sistem pembayaran masing-masing tanpa harus menyeragamkan seluruh ekosistemnya. Indonesia tidak memaksa negara mitra mengganti aplikasi mereka dengan QRIS. Sebaliknya, sistem yang sudah ada di masing-masing negara dibuat agar bisa saling berkomunikasi.
Bagi pengguna, cara kerjanya terasa sederhana. Masyarakat Indonesia yang berada di negara mitra cukup menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang mendukung QRIS Antarnegara untuk memindai kode QR setempat. Sebaliknya, wisatawan dari negara mitra bisa memakai aplikasi pembayaran dari negara asal mereka ketika berbelanja di merchant Indonesia.
Di balik kesederhanaan itu tersimpan proses panjang. Bank sentral, otoritas sistem pembayaran, perbankan, asosiasi, hingga penyedia jasa pembayaran dari berbagai negara harus menyelaraskan sistem secara teknis dan regulasi. Itulah mengapa kategori yang diraih adalah Collaboration—penghargaan bukan semata untuk teknologinya, tetapi untuk kemampuan membangun jembatan di antara sistem yang berbeda.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.