Perjalanan QRIS Antarnegara dimulai pada 2022 melalui konektivitas dengan Thailand, negara mitra pertama yang terhubung. Malaysia menyusul pada Mei 2023, dengan implementasi komersial yang memungkinkan pengguna Indonesia dan Malaysia saling membayar menggunakan QRIS dan DuitNow QR. Singapura bergabung pada November 2023, memperluas jaringan ke tiga negara ASEAN sekaligus.
Perkembangan tidak berhenti di kawasan Asia Tenggara. Pada Agustus 2025, QRIS resmi dapat digunakan di Jepang, meski pada tahap awal cakupannya masih bertahap. Lalu pada April 2026, Indonesia serentak meresmikan konektivitas dengan Korea Selatan dan Tiongkok dalam bulan yang sama. Hingga September 2026, QRIS Antarnegara telah menjangkau enam negara: Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Namun yang jauh lebih bermakna dari daftar negara adalah angka penggunaannya. Data Bank Indonesia hingga Juli 2026 menunjukkan bahwa pengguna dari negara mitra mencatat sekitar 21 juta transaksi di Indonesia, dengan total nilai mencapai sekitar Rp 5,90 triliun. Sementara masyarakat Indonesia yang menggunakan QRIS di negara mitra mencatat sekitar 4,67 juta transaksi senilai Rp 1,73 triliun.
Selisih sekitar Rp 4,17 triliun itu bicara banyak. Nilai transaksi wisatawan asing yang membelanjakan uang di Indonesia jauh melampaui nilai transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri. Ini menandakan bahwa QRIS Antarnegara bukan hanya alat bagi orang Indonesia yang bepergian—sistem ini juga semakin sering digunakan oleh pengunjung asing yang memilih belanja tanpa repot menukar uang tunai.
Di sinilah kaitan langsung dengan sektor pariwisata dan UMKM mulai terlihat nyata. Wisatawan asing tidak hanya menghabiskan uang di hotel berbintang atau mal besar. Mereka juga berbelanja di restoran lokal, membeli oleh-oleh, menggunakan transportasi umum, dan mampir ke kedai-kedai kecil. Ketika hambatan pembayaran berkurang, potensi uang yang mengalir ke usaha kecil pun meningkat.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.