JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Sebelas koma lima juta kepala keluarga telah masuk dalam sistem. Angka itu bukan sekadar data statistik — melainkan bukti bahwa transformasi besar dalam cara Indonesia menyalurkan bantuan sosial sedang berjalan, diam-diam namun pasti.
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Dewan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026. Agenda utamanya bukan soal ekonomi makro atau angka pertumbuhan, melainkan sesuatu yang lebih menyentuh kehidupan sehari-hari jutaan warga, yakni digitalisasi sistem perlindungan sosial atau perlinsos.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan memimpin langsung penyampaian laporan itu kepada Presiden. Ia menegaskan bahwa perombakan sistem bantuan sosial berbasis digital ini dirancang bukan untuk kepentingan administratif semata, melainkan untuk memastikan keadilan benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak.
Luhut menyebut program ini akan resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo pada 10 November 2026. Tanggal itu bukan dipilih sembarangan — momentum Hari Pahlawan menjadi latar peluncuran sebuah sistem yang digadang-gadang akan mengubah wajah bansos Indonesia secara fundamental.
“Perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak untuk mendapatkan bantuan sosial,” ujar Luhut usai pertemuan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.