JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Presiden Prabowo Subianto menandai babak baru dalam kebijakan keuangan nasional dengan meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) di hadapan ratusan peserta Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, Kamis, 22 Oktober 2026. Peresmian berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, dan menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah tidak lagi sekadar mengejar angka inklusi, melainkan ingin memastikan setiap keluarga Indonesia benar-benar sejahtera secara finansial.
Prosesi peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Presiden Prabowo, disaksikan langsung oleh sejumlah menteri dan pimpinan lembaga keuangan tertinggi negara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut berdiri mendampingi. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti pun hadir dalam momen bersejarah itu.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan,” ucap Prabowo lantang di hadapan forum.
DNKK bukanlah lembaga yang lahir dari nol. Dewan ini merupakan transformasi kelembagaan dari Dewan Nasional Keuangan Inklusif yang sebelumnya telah berjalan. Landasan hukumnya tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2026, yang secara eksplisit memperluas cakupan orientasi kebijakan dari sekadar mendorong masyarakat memiliki rekening bank menuju upaya yang lebih substansial, yakni kesejahteraan keuangan keluarga.
Menko Airlangga menjelaskan perbedaan mendasar antara dua pendekatan itu kepada peserta Rakornas. Menurutnya, inklusi keuangan memang penting, namun tidak cukup bila kondisi keuangan keluarga tetap rapuh meski sudah memiliki akses layanan perbankan. “Kalau Dewan Nasional Keuangan Inklusif hanya inclusivity, hanya keterlibatan masyarakat mempunyai rekening. Tetapi Bapak Presiden sudah merubah orientasinya menjadi kesejahteraan keuangan keluarga,” kata Airlangga dalam laporannya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.