JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Istana Negara mendadak ramai. Satu per satu pejabat keuangan terkemuka Indonesia berdatangan—bukan untuk seremoni, melainkan dipanggil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di tengah gejolak pasar keuangan yang kian mengkhawatirkan.
Hari itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam. Indeks terkoreksi 1.088,49 poin atau 3,64 persen, berakhir di level 4.996,60—menyentuh bawah angka psikologis 5.000 untuk pertama kalinya dalam waktu lama. Sebuah sinyal yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh siapa pun yang memegang kendali ekonomi negeri ini.
Pemanggilan darurat itu menyasar jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Hadir di Istana, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fredrika Widyasari Dewi, yang bahkan disebut telah lebih dulu tiba sebelum rapat dimulai. Mendampinginya, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destri Damayanti, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Tak hanya KSSK. Sejumlah menteri lain juga tampak hadir, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Pertanian Amran Sulaiman; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia; serta Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.
Pertemuan ini bukan tanpa sebab. Tekanan terhadap pasar saham sudah terasakan dalam dua hari perdagangan berturut-turut, yakni Jumat dan Senin. Penyulut utama kecemasan pelaku pasar kali ini adalah isu evaluasi indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI)—lembaga penyedia indeks yang menjadi acuan bagi investor institusi internasional dalam menyusun portofolio mereka.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.