PLN sebagai satu-satunya perusahaan listrik milik negara memikul beban yang tidak ringan. Di satu sisi harus mengalirkan listrik ke seluruh penjuru nusantara dengan harga terjangkau, di sisi lain dituntut untuk beroperasi secara efisien dan tidak terus-menerus bergantung pada suntikan subsidi dari pemerintah. Transformasi yang diminta Prabowo adalah upaya menjawab paradoks itu.

Langkah Presiden Prabowo memanggil langsung para pemangku kepentingan PLN ke Istana mencerminkan urgensi yang tidak bisa lagi ditunda. Setelah bertahun-tahun wacana transformasi PLN bergulir tanpa hasil yang memuaskan, kini ada tekanan politik dari puncak kekuasaan untuk benar-benar mewujudkannya.

Dalam konteks lebih luas, instruksi ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia di forum internasional untuk menekan emisi karbon dan memperbesar porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Target net zero emission pada 2060 membutuhkan lompatan besar di sektor kelistrikan, dan PLN ada di jantung dari upaya itu.

Kini pertanyaan besarnya: seberapa cepat PLN bisa bergerak? Rancangan transformasi yang diminta Presiden Prabowo harus segera selesai dan siap dipaparkan. Waktu tidak berpihak pada mereka yang lamban.



Follow Widget