Sementara itu, instruksi soal 100 GW panel surya bukan muncul tiba-tiba. Target ambisius itu merupakan bagian dari peta jalan transisi energi Indonesia yang mengarah pada pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil. Dengan potensi sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, Indonesia dipandang memiliki modal besar untuk mewujudkan ambisi tersebut.

Namun jalan menuju 100 GW bukan tanpa rintangan. Infrastruktur transmisi yang belum merata, kebutuhan investasi besar, serta kapasitas industri dalam negeri menjadi sejumlah tantangan nyata yang harus diatasi bersamaan dengan transformasi internal PLN itu sendiri.

Selain soal bisnis dan energi surya, pertemuan di Istana juga menyentuh kesiapsiagaan PLN dalam menghadapi kondisi darurat. Rosan menyebut bahwa PLN sejatinya telah memiliki mekanisme antisipasi krisis kelistrikan, namun sistem cadangan atau backup plan itu dinilai masih perlu disempurnakan agar benar-benar andal di lapangan.

“Pasti sudah ada tapi yang itu perlu disempurnakan lah,” tegasnya singkat.

Pernyataan itu memberi sinyal bahwa Pemerintah tidak ingin terulangnya insiden pemadaman listrik massal yang pernah mengguncang kepercayaan publik terhadap PLN. Keandalan layanan kelistrikan, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan industri yang terus meningkat, menjadi taruhan besar.



Follow Widget