JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari 1.900 koperasi desa dan kelurahan kini telah masuk dalam jaringan distribusi pangan Perum BULOG. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah memperpendek rantai distribusi beras hingga ke tangan masyarakat di tingkat paling bawah—desa dan kelurahan—dengan harga yang stabil dan terjangkau.

Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 1.985 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah masuk dalam cakupan pelayanan BULOG. Dari jumlah tersebut, 736 koperasi telah menerima pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sementara 1.249 koperasi lainnya masih dalam proses pelayanan. Total purchase order yang tercatat mencapai 624.000 kilogram atau setara 624 ton beras.

Angka ini bukan sekadar data logistik. Di baliknya ada jutaan warga desa yang selama ini harus menanggung harga beras yang lebih mahal karena panjangnya rantai distribusi. KDKMP hadir sebagai terobosan untuk memangkas jarak antara gudang BULOG dan meja makan keluarga petani.

Komitmen pemerintah terhadap program ini terlihat dari kegiatan monitoring operasionalisasi KDKMP yang digelar serentak di 107 titik pada Selasa, 13 Oktober 2026. Pemantauan dilakukan secara bersamaan dengan melibatkan 19 kementerian dan lembaga, sebuah koordinasi lintas sektor yang jarang terjadi dalam program distribusi pangan nasional.

Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, monitoring dipusatkan di empat lokasi: KDKMP Purbayan, KDKMP Kadilangu, KDKMP Menuran, dan KDKMP Bentakan. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi di lokasi ini mencerminkan keseriusan pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, anggota Komisi VII dan Komisi XII DPR RI, serta Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani turun langsung ke lapangan.



Follow Widget