JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk membuktikan janji. Di forum bertajuk “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita” yang digelar di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026, Menteri Keuangan Suahasil Nazara tampil dengan satu pesan tegas, setiap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan instrumen nyata untuk mengubah kualitas hidup rakyat Indonesia.
Suahasil membuka paparannya dengan pernyataan yang langsung menusuk ke inti persoalan. Selama ini, APBN kerap dipandang sebatas dokumen fiskal yang rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia membalik cara pandang itu.
Menurut Suahasil, fungsi APBN dalam dua tahun terakhir telah bergeser dari sekadar penjaga stabilitas ekonomi menjadi mesin penggerak produktivitas nasional. Setiap pos anggaran, katanya, dirancang untuk memperkuat kualitas manusia Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Dukungan APBN terhadap agenda prioritas pemerintah, yang dikenal sebagai Asta Cita, paling terasa di sektor pendidikan. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu contoh paling konkret. Hingga 31 Agustus 2026, program ini telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, sebuah angka yang sulit diabaikan ketika berbicara soal dampak langsung kebijakan fiskal terhadap rakyat.
Tidak berhenti di sana, pemerintah juga memperluas jangkauan Sekolah Rakyat yang dirancang untuk memberi akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan. Bersamaan dengan itu, program Sekolah Unggul Garuda diluncurkan sebagai jawaban atas kebutuhan akan institusi pendidikan kelas dunia yang lahir dari dalam negeri.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.