PATTANI, PUNGGAWANEWS – Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida turun langsung ke Pattani, wilayah selatan Thailand yang mayoritas penduduknya beragama Islam, untuk menghadiri penganugerahan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-19. Kunjungan pada 10 Oktober 2026 itu bukan sekadar seremonial — rombongan kerajaan membawa tim medis, distribusi pangan halal, dan penghargaan langsung dari tangan raja kepada para imam serta pemenang kompetisi.
Masjid Pusat Pattani menjadi lokasi perhelatan akbar itu. Ribuan warga Muslim berdatangan, menyambut kehadiran pasangan kerajaan di tengah suasana khidmat yang berpadu dengan kemeriahan kompetisi keagamaan bergengsi tersebut. Ini bukan kunjungan biasa — kehadiran raja dan ratu di jantung komunitas Muslim Thailand Selatan memiliki bobot simbolis yang jauh lebih besar dari sekadar penampilan kenegaraan.
Kompetisi Tilawah Al-Qur’an tingkat nasional memang bukan ajang baru di Thailand. Namun penyelenggaraan ke-19 ini menjadi salah satu yang paling menonjol, mengingat kehadiran langsung pasangan kerajaan yang menyerahkan trofi kepada para pemenang musabaqah. Momen penyerahan penghargaan itu berlangsung di hadapan ratusan peserta dan penonton yang memadati masjid terbesar di Pattani tersebut.
Tidak hanya kepada para juara kompetisi, raja dan ratu juga memberikan penghargaan kehormatan kepada para imam yang dinilai berdedikasi tinggi dalam pelayanan keagamaan. Anggota komite Islam tingkat provinsi serta pengelola sekolah-sekolah agama Islam yang mencatatkan kinerja luar biasa turut menerima apresiasi langsung dari tangan raja. Gestur ini dibaca sebagai pengakuan nyata monarki terhadap peran tokoh-tokoh agama dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah yang selama dekade panjang dikenal bergolak itu.
Thailand Selatan, khususnya kawasan Pattani, Yala, dan Narathiwat, dihuni mayoritas Muslim etnis Melayu yang secara kultural dan historis memiliki kedekatan kuat dengan Malaysia dan komunitas Muslim Asia Tenggara. Wilayah ini juga telah lama menjadi titik ketegangan antara pemerintah pusat Bangkok dan kelompok-kelompok separatis. Dalam konteks itu, kunjungan kerajaan semacam ini selalu dibaca lebih dari sekadar agenda rutin.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.