Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa KDKMP bukan semata soal distribusi beras. Program ini dirancang sebagai katalis perekonomian desa. Menurutnya, koperasi yang beroperasi optimal dapat menciptakan perputaran ekonomi di akar rumput sekaligus membangun fondasi ketahanan pangan yang lebih kokoh dari bawah. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Badan Usaha Milik Negara menjadi kunci agar koperasi tidak sekadar berdiri, tetapi juga berkelanjutan.

Pandangan serupa disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Ia melihat KDKMP sebagai simpul penting dalam rantai pasok nasional. Dengan jaringan koperasi yang menjangkau hingga tingkat kelurahan, efisiensi distribusi kebutuhan pokok dapat ditingkatkan secara signifikan. Masyarakat tidak lagi bergantung pada pedagang perantara yang kerap menjadi sumber pembengkakan harga.

Dari sisi operasional, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan penuh lembaganya. BULOG memposisikan KDKMP sebagai jaringan distribusi strategis yang menghubungkan ketersediaan stok di gudang dengan kebutuhan riil di lapangan. Ia menegaskan bahwa BULOG berkomitmen menjaga pasokan beras SPHP tetap tersedia dan terdistribusi sesuai penugasan pemerintah.

Khusus untuk 107 titik KDKMP yang menjadi sasaran monitoring hari itu, total pemesanan beras SPHP tercatat mencapai 53,5 ton. BULOG menargetkan seluruh pesanan tersebut rampung dilayani pada 14 Oktober 2026, sehingga koperasi-koperasi tersebut dapat segera beroperasi melayani warga.

Untuk memastikan kelancaran distribusi, BULOG tidak bekerja sendiri. Koordinasi intensif dijalin dengan PT Agrinas Pangan Nusantara, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, memastikan tidak ada mata rantai yang putus antara produksi, penyimpanan, dan penyaluran ke masyarakat.



Follow Widget