PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar memperkuat validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan penyaluran bantuan sosial dan program pembangunan tepat sasaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menginstruksikan camat dan lurah melakukan verifikasi langsung terhadap nama, alamat, titik koordinat, serta kondisi sosial ekonomi warga.
Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Verifikasi dan Validasi DTSEN di Balai Kota Makassar, Senin (12/10/2026).
Zulkifly menyebutkan, terdapat 559.967 jiwa dalam kelompok desil 1 hingga desil 5 yang menjadi sasaran pemetaan sosial ekonomi di 15 kecamatan.
Berdasarkan pemetaan awal, Kecamatan Tallo mencatat jumlah tertinggi, disusul Tamalate, Panakkukang, Biringkanaya, dan Manggala. Namun, data tersebut tetap perlu diverifikasi agar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
“Yang kita pastikan bukan hanya apakah nama dan alamatnya benar, tetapi juga apakah orangnya benar-benar ada di wilayah tersebut dan bagaimana kondisi ekonomi faktualnya,” ujarnya.
Menurutnya, DTSEN tidak hanya menjadi acuan penyaluran bantuan sosial, tetapi juga mendukung penanganan kemiskinan, stunting, anak tidak sekolah, hingga pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Hasil validasi nantinya menjadi dasar bagi Bappeda dan perangkat daerah dalam menyusun perencanaan serta menentukan intervensi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Pemkot Makassar menargetkan capaian verifikasi dan validasi data mencapai 60 persen hingga akhir 2026. Zulkifly berharap keterlibatan camat dan lurah dapat mempercepat pemutakhiran data sehingga program pemerintah semakin tepat sasaran. (*)



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.