PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Yayasan Kareba Baji Sulawesi Selatan untuk membahas penguatan kolaborasi dalam percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) di Kota Makassar.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Makassar, Senin (13/10/2025), tersebut menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong deteksi dini, serta mendampingi pasien hingga menuntaskan pengobatan.

Aliyah mengapresiasi kontribusi Yayasan Kareba Baji dan berbagai pihak yang turut mendukung upaya penanggulangan TB. Menurutnya, penanganan penyakit ini membutuhkan kerja sama pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan keluarga pasien.

“Kolaborasi seperti ini penting agar edukasi, pencegahan, dan pendampingan kepada pasien dapat berjalan lebih optimal. Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, tidak memberikan stigma kepada pasien, serta mendukung mereka sampai sembuh,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, peserta juga membahas penguatan skrining, pemeriksaan kontak serumah, pencatatan kasus melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), serta pemanfaatan layanan mobile X-ray untuk mendukung penemuan kasus secara aktif.

Keterlibatan penyintas TB turut menjadi perhatian. Pengalaman mereka diharapkan dapat membantu mengedukasi masyarakat bahwa TB dapat disembuhkan melalui pengobatan teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan. Dukungan keluarga dan lingkungan juga diperlukan agar pasien tidak mengalami diskriminasi selama menjalani pengobatan.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan terus mendorong penguatan pelayanan, pencegahan, dan pendampingan pasien. Sinergi dengan organisasi masyarakat diharapkan memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan kepatuhan pengobatan.

Audiensi ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes., perwakilan Bappeda, Konsorsium Penabulu–STPI, POP TB Indonesia, WHO Indonesia, serta unsur pendamping program penanggulangan TB.

Melalui kolaborasi lintas sektor, upaya penanggulangan TB di Makassar diharapkan semakin efektif, sekaligus membangun lingkungan yang mendukung kesembuhan pasien tanpa stigma dan diskriminasi. (*)



Follow Widget