JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari 50 ribu minimarket tersebar di seluruh penjuru Indonesia, namun produk-produk UMKM masih kerap gagal menembus gerai-gerai itu hanya karena satu hal: tidak memiliki barcode. Menteri Perdagangan Budi Santoso kini turun tangan langsung membenahi celah ini.

Dalam acara Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode bagi UMKM yang digelar Rabu, 7 Oktober 2026, Budi menegaskan bahwa barcode bukan sekadar deretan garis hitam-putih di kemasan. Ia adalah tiket masuk ke ekosistem ritel modern yang selama ini terasa jauh dari jangkauan pelaku usaha kecil.

“Produk UMKM harus bagus dan berdaya saing karena konsumen dan ritel memiliki standar,” kata Budi. Barcode, menurutnya, menjadi salah satu standar yang mempermudah layanan, penyimpanan, dan distribusi produk di jaringan ritel.

Selama ini, banyak pelaku UMKM menganggap proses sertifikasi barcode rumit dan mahal. Kementerian Perdagangan hadir untuk memangkas hambatan itu melalui program fasilitasi yang menanggung biaya sertifikasi bagi UMKM terpilih.

Program ini disambut antusias. Sejak dibuka pendaftarannya, ratusan pelaku usaha langsung mendaftar. Dari proses seleksi awal, 100 UMKM berhasil lolos ke tahap Kick Off. Mereka selanjutnya akan bersaing lagi untuk memperebutkan 50 slot fasilitasi sertifikasi barcode yang disediakan pemerintah.



Follow Widget