JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari seratus siswa dan guru SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah, mendadak jatuh sakit usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis. Badan Gizi Nasional bergerak cepat—kepala dapur dicopot, operasional dapur disetop, dan investigasi menyeluruh pun dimulai.
Peristiwa ini bukan insiden tunggal. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, ratusan orang di Batang, Jawa Tengah, juga mengalami gangguan kesehatan serupa setelah mengonsumsi makanan dari program yang sama. Dua kasus keracunan dalam waktu berdekatan ini menjadi sinyal keras bagi pengelolaan program makan bergizi gratis di lapangan.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, membenarkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas terhadap dapur yang bertanggung jawab atas kasus di Rembang. Keputusan itu diumumkan pada Ahad, 27 September 2026.
“Kepala dapur sudah kami copot dan diganti dengan yang baru,” kata Ketut saat dihubungi awak media.
Tidak hanya pergantian kepala dapur, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Magersari 2 di Rembang resmi dihentikan sementara selama 30 hari penuh. BGN menyebut langkah ini sebagai bentuk suspensi berat yang mencerminkan keseriusan lembaga dalam merespons kejadian tersebut.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.