MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Makassar menjadi saksi lahirnya kepemimpinan baru organisasi alumni ikatan mahasiswa terbesar di Sulsel. Sabtu, 7 November , Dr. Pantja Nur Wahidin, S.Pd., M.Pd., resmi terpilih sebagai Ketua Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Sulawesi Selatan untuk periode hingga 2031, menerima amanah yang kini menempatkannya di garis depan konsolidasi ribuan alumni Muhammadiyah se-Sulsel.

Pemilihan berlangsung melalui Musyawarah Wilayah yang dihadiri perwakilan pimpinan daerah dan unsur kampus dari berbagai penjuru provinsi. Mekanisme formatur proporsional berbasis musyawarah dan mufakat menjadi landasan penentuan kepengurusan, bukan sekadar pemungutan suara semata, melainkan sebuah proses deliberatif yang mencerminkan tradisi berorganisasi kader Muhammadiyah.

Pantja tidak berjalan sendiri. Mendampinginya sebagai sekretaris adalah Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H., nama yang dikenal luas di lingkungan akademik dan organisasi Islam Sulsel, serta Dr. Nirwana, S.Pd., M.Pd., yang mengisi posisi bendahara. Ketiganya membentuk poros kepemimpinan inti yang akan menjadi ujung tombak roda organisasi selama lima tahun mendatang.

Tim formatur yang terbentuk dari forum tersebut masih memiliki tugas lanjutan, yakni melengkapi struktur kepengurusan secara menyeluruh, termasuk pembentukan Dewan Pakar. Dewan ini diproyeksikan menjadi pilar intelektual organisasi, menghimpun pemikiran dari alumni yang kini tersebar di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, akademik, hingga sektor swasta dan kemasyarakatan.

Pantja Nur Wahidin bukan nama asing di panggung organisasi dan birokrasi Sulawesi Selatan. Pria kelahiran yang menghabiskan sebagian besar kariernya di Makassar ini memiliki rekam jejak yang terbilang padat. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan periode 2022–2027, sebuah posisi strategis dalam hierarki organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia.



Follow Widget