BLORA, PUNGGAWANEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah baru dalam program Makan Bergizi Gratis dengan menguji coba sistem prasmanan di puluhan sekolah—sebuah terobosan yang diadopsi dari model makan siang sekolah di Jepang, demi memastikan makanan yang sampai ke tangan siswa tetap hangat, segar, dan layak konsumsi.

Uji coba ini bukan sekadar perubahan cara penyajian. Di baliknya ada kekhawatiran yang cukup serius: jeda waktu antara proses memasak dan waktu makan yang terlalu panjang berpotensi memicu kerusakan makanan, dan pada akhirnya membahayakan kesehatan siswa.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan, model Central Kitchen yang dipadukan dengan sistem prasmanan ini dirancang khusus untuk memangkas jarak waktu antara dapur dan meja makan. Semakin singkat jarak itu, semakin kecil risiko makanan menjadi basi sebelum sempat dinikmati para pelajar.

Hingga saat ini, setidaknya 60 dapur pusat telah menjalankan uji coba sistem prasmanan ini. Angka itu mencerminkan keseriusan BGN untuk tidak terburu-buru mengubah sistem secara massal sebelum hasil evaluasi benar-benar matang.

Salah satu daerah yang turut menjalankan uji coba lapangan adalah Blora. Di sana, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blora memulai skema percobaan selama dua pekan penuh sebelum laporan komprehensif dikirimkan ke pusat.



Follow Widget