JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Sebuah akun media sosial bernama Buku Putih MBG mendadak menyedot perhatian publik menjelang persidangan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akun tersebut memaparkan secara rinci mekanisme pendataan dan verifikasi mitra yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) sejak program ini digulirkan.

Kejaksaan Agung telah melimpahkan perkara dugaan korupsi tata kelola MBG tahun 2025–2026 ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk segera disidangkan. Di tengah derasnya sorotan hukum itu, Buku Putih MBG tampil memaparkan sisi lain yang selama ini jarang diketahui publik: bagaimana sesungguhnya program bernilai triliunan rupiah itu dibangun dari nol.

Melalui akun TikTok @bukuputihmbg, kronologi penyiapan program dibeberkan mulai akhir 2024 hingga awal 2026. Narasi itu menggambarkan BGN yang baru terbentuk, berjuang keras membangun sistem di tengah keterbatasan personel, anggaran, dan waktu yang mepet.

Pada Desember 2024, BGN hanya diperkuat 31 orang. Namun dari sinilah roda program mulai berputar. Tim verifikasi dibentuk pada 16 Desember 2024 dengan satu target jelas: memastikan program bisa meluncur tepat waktu pada Januari 2025.

Pendataan awal dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, jauh dari kesan sistem canggih pemerintah pada umumnya. Microsoft Excel menjadi andalan untuk menginput data mitra, sementara pengecekan kesiapan dapur dilakukan melalui Zoom Meeting. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditugaskan di berbagai daerah turun langsung melakukan inspeksi fisik, lalu melaporkan hasilnya lewat WhatsApp.



Follow Widget