Impor memang masih diperlukan selama produksi dalam negeri belum mencukupi. Namun persoalannya bukan sekadar impor atau tidak impor. Persoalannya adalah bagaimana impor digunakan sebagai jembatan sementara kapasitas produksi dalam negeri diperkuat — bukan menjadi alasan untuk membiarkan peternak lokal sulit berkembang.
Kalau hari ini kita bicara soal swasembada susu, tetapi peternak rakyat masih kesulitan mendapatkan modal, pakan berkualitas, teknologi, dan kepastian pasar, pekerjaan rumahnya belum selesai. Pemerintah boleh membangun pabrik. Perusahaan boleh berinvestasi. Peternakan besar boleh . Tapi koperasi dan peternak rakyat harus bersama. Karena tujuan akhirnya bukan sekadar Indonesia punya lebih banyak sapi — tujuannya adalah Indonesia punya peternak yang mampu hidup layak dari sapinya sendiri.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.