H. Kamaruddin, Kepala Dinas TPHP Sinjai, menegaskan bahwa ubinan adalah alat ukur yang paling bisa diandalkan untuk mengetahui kondisi nyata produktivitas padi di lapangan. Tanpa metode ini, perbandingan antara satu musim tanam dengan musim berikutnya hanya akan bersandar pada asumsi.

“Dari hasil tersebut, kita dapat mengetahui apakah hasil panen musim tanam saat ini mengalami peningkatan atau justru penurunan dibandingkan musim tanam sebelumnya,” kata H. Kamaruddin.

Hasilnya pun berbicara sendiri. Produktivitas 5,2 ton per hektare yang tercatat di Desa Alenangka bukan angka biasa — ini adalah sinyal bahwa pendekatan pertanian di wilayah tersebut sedang berada di jalur yang benar.

“Alhamdulillah, hasil yang didapatkan pada pengambilan ubinan ini mencapai 5,2 ton per hektare. Hasil panen ini lebih meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya,” ujarnya dengan nada lega.

Namun cerita ini tak berhenti di sawah Desa Alenangka. Data yang dihasilkan dari pengukuran ubinan itu akan mengalir jauh ke atas — ke meja perumusan kebijakan pangan nasional.



Follow Widget