SINJAI, PUNGGAWANEWS – Lahan sawah Kelompok Tani Taruncue di Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan, menyimpan kabar yang ditunggu-tunggu: produktivitas padi musim tanam kali ini melonjak ke angka 5,2 ton per hektare, melampaui capaian musim tanam sebelumnya.
Angka itu bukan sekadar klaim. Angka itu lahir dari pengukuran resmi dengan metode ubinan yang dilakukan pada Rabu, 15 Juli 2026, melibatkan dua lembaga sekaligus — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sinjai.
Metode ubinan sendiri bukan hal baru dalam dunia pertanian Indonesia. Ini adalah cara ilmiah untuk mengukur produktivitas padi per satuan luas lahan secara representatif, sehingga hasilnya bisa dijadikan acuan kebijakan, bukan sekadar perkiraan.
Pengambilan sampel dilakukan di lahan panen seluas dua hektare milik Kelompok Tani Taruncue. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas TPHP Sinjai H. Kamaruddin, Kepala BPS Sinjai H. Syamsuddin, Koordinator Penyuluh, Kepala Bidang Tanaman Pangan Adi Darmawangsyah, para penyuluh pertanian Kecamatan Sinjai Selatan, serta sejumlah anggota kelompok tani.
Kehadiran para pejabat kunci itu bukan seremoni semata. Ini menunjukkan betapa seriusnya Pemerintah Kabupaten Sinjai memandang data pertanian sebagai fondasi kebijakan, bukan sekadar laporan rutin.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.