Baginya, kerja sama ini melampaui dimensi bisnis semata. Ini adalah momentum untuk mempererat kembali hubungan antara dua bangsa serumpun yang selama ini lebih banyak dilihat dari sisi persaingan ketimbang kolaborasi.

Amran juga menekankan bahwa ekspor ini sama sekali tidak akan mengganggu pasokan beras untuk masyarakat Indonesia. Pemerintah, kata dia, tetap mengutamakan stabilitas pangan domestik sebagai prioritas utama sebelum membuka pintu ekspor.

Sebagai penutup, Amran menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian bersejarah ini—mulai dari petani di pelosok desa, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, hingga para menteri terkait.

“Ini bukan kerja saya, kerja kita bersama sebagai anak bangsa,” ujarnya.

Ekspor beras ke Malaysia bukan sekadar angka dalam laporan perdagangan. Ini adalah pernyataan bahwa Indonesia, setelah sekian lama bergulat dengan ketergantungan impor pangan, kini berdiri di posisi yang berbeda—sebagai negara yang mampu memberi makan dirinya sendiri, sekaligus berkontribusi untuk negeri tetangga.



Follow Widget