JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Indonesia mencatat babak baru dalam sejarah ketahanan pangan nasional. Beberapa Hari Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-81, pemerintah resmi membuka keran ekspor beras dengan menyepakati pengiriman 200.000 ton beras premium ke Malaysia—sebuah pencapaian yang selama bertahun-tahun hanya menjadi angan-angan di tengah bayang-bayang impor.
Kesepakatan senilai Rp 3,39 triliun itu ditandatangani di Jakarta pada pertengahan Agustus 2026. Pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton dijadwalkan masuk ke Sarawak melalui jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat—titik masuk yang secara geografis paling strategis untuk menghubungkan dua negara bertetangga ini.
Harga yang disepakati berada di angka sekitar Rp 17.000 per kilogram atau setara 3,9 ringgit Malaysia. Angka ini mencerminkan nilai beras premium Indonesia yang kini mampu bersaing di pasar internasional.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, menyatakan bahwa langkah ini bukan sekadar transaksi dagang biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras—target ambisius yang kini terwujud.
“Ini kabar baik untuk Indonesia. Kita sudah swasembada beras. Stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan, kita sudah sewa gudang 2 juta ton. Kita surplus,” ujar Amran dalam acara penandatanganan kerja sama ekspor tersebut.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.